بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد ، لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين

CARA KOMUNIKASI MENYELESAIKAN KONFLIK DALAM ISLAM

CARA KOMUNIKASI MENYELESAIKAN KONFLIK DALAM ISLAM

Islam agama yang lengkap, yang memberikan semua panduan agar kehidupan menjadi baik. Komunikasi adalah bahagian yang tidak di tinggalkan Islam, karena komunikasi memiliki peranan penting untuk menciptakan kedamaian baik bagi individu, keluarga mahupun masyarakat. Allah bahkan telah memberikan perumpamaan komunikasi yang baik seperti pohon yang rimbun dan banyak buahnya;
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ * تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا

“Apakah engkau tidak melihat bagaimana Allah memberikan perumpamaan kalimat-kalimat yang baik, sama seperti pohon yang subuh urat akarnya kokoh (dalam tanah) sedangkan dahan-dahannya menjulang ke langit, ia berbuah setiap waktu dengan izin tuhannya” QS. Ibrahim, 24.

Perumpamaan ini menjelaskan tentang manfaat komunikasi yang baik kepada seluruh kehidupan. Memang komunikasi tidak hanya terkait dengan kata-kata atau verbal, namun pemaknaan komunikasi dengan kalimat atau kata-kata lebih sering dan lebih familiar di gunakan.

Sebagai pengantar utama untuk menyampaikan pemikiran dan perasaan, komunikasi memang memiliki peranan yang sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan. Apalagi didalam keluarga dimana interaksi antar anggota keluarga begitu intens, baik antara suami dan istri, anak dan keluarga besar.

Maka Apabila terjadi permasalahan, hendaklah pihak-pihak yang terlibat membicarakannya dengan baik, karena yang demikian itu sesuai dengan perintah Allah. Islam telah memberikan panduan dalam berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah:
Milikilah tekad untuk memperbaiki keadaan
Tekat akan memandu seseorang untuk menyelesaikan masalah, dan ia akan sabar apa terdapat halangan. Allah mengingatkan:
“Apabila kamu telah berazam, maka bertawakkallah kepada Allah”.

Perhatikan waktu berbicara

Islam mengajarkan agar seorang muslim memperhatikan waktu dalam suatu urusan,  yang demikian di maksudnya agar ia bisa di sampaikan di waktu yang tepat. Allah bahkan punya waktu-waktu khusus untuk mengabulkan do’a.

Motivasi Ikhlas untuk menyelesaikan masalah

Ke Ikhlasan akan membuat kita mampu melakukan segala-galanya dengan cara terbaik. Dan menyampaikan perasaan dengan menggunakan bahasa yang santun serta teratur sehingga suasana lebih kondusif.  Ikhlas akan menjauhkan kita dari sikap menggurui, mengajari, atau menunjukkan kesalahan yang ada kalanya berakhir dengan situasi yang lebih buruk.
Rasulullah bersabda;
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى
Sesungguhnya segala sesuatu itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya akan mendapati sesuai dengan niatnya. HR. Muslim

Gunakakan bahasa pujianan muqad ddimah yang menyenangkan.

Membukan pembicaraan dengan kata-kata baik amat dianjurkan dalam islam. Rasulullah pernah ditanya perbuatan apa yang paling dicintai Allah?, memasukkan kesenangan kedalam hati orang yang beriman.

Aturlah pola pembahasan dengan baik sehingga suami mudah memahaminya

Kalimat yang baik akan membantu memberikan penerangan, dan sekaligus menyenangkan. Sehingga ia siap untuk mendengar apa yang kita sampaikan. Allah menyebutkan bahawa kalimat baik itu adakalah efeknya lebih hebat dari senangnya orang menerima sedekah
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيم
“Ucapan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari pada sedekah yang menyakiti hati orang yang menerimanya, dan Allah maha kaya lagi maha lembut”. QS. Al-Baqarah, 263

Dalam pembicaraan jangan menuduh tapi carilah solusi

Hindarilah pembicaraan yang seolah menuduhnya, karena boleh jadi itu akan menyebabkan ia bersikap membela diri. Sifat musyawarahlah yang harus dikedepannya sebagaimana Allah perintahkan;
وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Dan bermusyawarahlah engkau dengan mereka dalam berbagai macam urusan, maka apabila sudah bulat tekatmu, bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal. QS. Ali-Imran, 159.

Kendalikanlah emosi

Sekiranya pembicaraan tidak seperti yang di inginkan, maka kendalikan emosi, sebab tidak ada satu masalahpun yang selesai dengan emosi. Rasulullah mengingatkan jika kamu sudah merasa dikuasai emosi maka ucapkanlah “’Au Zubillahi minasysyaithanirajim”. Karena mengingatkan,
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Dan jika syaitan menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya ia maha mendengar lagi maha mengetahui”.

Jangan meninggikan suara

Suara yang tidak terkendali akan menyebabkan suasana pembicaraan menjadi tidak baik, tapi cobalah untuk tetap mengendalikanya. Allah berpesan;
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Dan hendaklah kalian berdiskusi dengan mereka dengan cara yang baik”.  QS. An-Nahl, 125

 Wallahu A’lam

Related Post:




0 Response to "CARA KOMUNIKASI MENYELESAIKAN KONFLIK DALAM ISLAM"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel